kenapa bukan Ratu Dibalau / Ratu Sekeghumong

love Lampung... mungkin karena itu saia memberi judul tulisan kali ini. Kartini, siapa yg tak kenal sosok pahlawan wanita yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879 ini... berbagai macam pro dan kontra saia temukan, banyak yang bertanya kenapa hanya Kartini? tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar masih diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember. Alasannya yaitu agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.

nah saia pun punya jagoan sendiri yaitu Ratu Dibalau dan Ratu Sekeghumong... mereka juga pantas menjadi sosok pahlawan wanita yang perlu mendapat penghargaan serupa. selain jagoan saia di atas, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.

yah menurut saia, RA Kartini sebagai ikon wanita Indonesia mewakili pahlawan2 wanita lainnya yang ada di daerah... semua pahlawan wanita mempunyai tujuan mulia yg sama,, perjuangan mereka bukan hanya menjadi sejarah semata, tetapi wajib kita lanjutkan dengan cara kita masing2 yaitu untuk wanita Indonesia,, untuk bangsa Indonesia.

1 komentar:

  1. Ratu Sekarmong/Sekekhumong itu bukan Ratu Di Balau... Beliau turunan ke-4 dari DALUNG SAKTI (RATU PESAGI 4)... Sedangkan Ratu Dibalau 1 (Raden Kunyaian) turunan dari Ratu Di Pugung dan istrinya (Putri Dewi atau Sangun Kuning) turunan dari Kakhai Handak... Jadi jangan salah menyebutkan mana Ratu Di Balau, mana Ratu Di Pugung (turunan Serunting Sakti), mana Ratu di Pemanggilan (turunan Naga Brisang 1 jurai Putri Bidare Putih yg jadi Istri Tuan Raja Kuasa dan beranak 4 yg salah satunya Putri Dayang Mustika) dan mana Jurai Tua dari RATU PESAGI... Kelak turunan Ratu Pesagi inilah yg melebur menjadi Keratuan Pemanggilan karena perkawinan keturunan Ratu Pesagi 4 (Tuan Raja Kuasa atau Puyang Kuasa Buay Semenguk) dgn keturunan Ratu Pemanggilan 1 (Putri Bidare Putih dari Kaur Selabung -> Petiting Anak Aji Abung di Way Saka Selabung Sumsel). Dan Ratu Sekerumong adalah turunan dari kakaknya TUAN RAJA KUASA yg tdk memilih menjadi seorang Resi dan pindah ke Tanah Sunda yaitu RESI PANDITHA KAHYANGAN atau RESI SUSUK LAMPUNG... Jadi Ratu Sekerumong itu campuran turunan Ratu Pesagi dengan Raja Sunda-Galuh (Pajajaran)... Kelak saat kembali ke Lampung, Raja Mucca Bawok (ayahnya) menjodohkan Ratu Sekerumong dgn sepupunya MPU BENAWANG (turunan ke-3 TUAN RAJA KUASA) beranak 3 yaitu PANGERAN KEKUK SUIK ke Teluk Semaka (Jurai Buay Benawang) meneruskan Keratuan Pemanggilan di Bandakh Berunai, Putri Sindi (ibu dari Mpu Siak atau Ratu Buay Belunguh dan Mpu Gajah atau Ratu Buay Nyerupa) dan Putri Mayang (Putri Berdarah Putih) ke Seliba Haji Sumsel... Inilah jurai-jurai turunan Lampung... Jangan tertukar2... Tabik.. :)

    BalasHapus